Tim Mabes Polri Cari Yulianto ke Surabaya
Minggu, 08 November 2009
Tim Mabes Polri Cari Yulianto ke Surabaya
Surabaya, 7 November 2009 16:56
Tim Mabes Polri dikirimkan ke Surabaya guna mencari Yulianto dan Latif, yang disebut-sebut Ary Muladi --saksi dalam kasus rekaman KPK-Polri.
"Kasus itu ditangani Polri, karena itu tim Mabes Polri yang turun ke Surabaya, kami hanya membantu," kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Pudji Astuti di Surabaya, Sabtu (7/11).
Ia mengemukakan hal itu, berkaitan dengan keterangan Ary Muladi di hadapan tim delapan di Gedung Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres), Jakarta (7/11).
"Kami sendiri tidak tahu informasi soal itu, sebaiknya tanyakan Mabes Polri saja," kata Pudji Astuti, tanpa menyebut waktu tim Mabes Polri turun ke Surabaya.
Dalam keterangannya di depan tim delapan itu, Ary Muladi mengaku, tidak mengenal dan tidak menyerahkan uang dari Anggodo secara langsung kepada Deputi Penindakan KPK, Ade Raharja.
"Ada rayuan berkali-kali (dari penyidik Direktorat III Mabes Polri), jadi kalau saya kembali ke BAP pertama (menyerahkan uang secara langsung ke Ade Rahardja), saya akan dibebaskan," katanya.
Menurut Ary, uang sebesar Rp5,1 miliar dari Anggodo Widjojo diserahkan kepada Yulianto yang dikenalnya di Surabaya (alamatnya Dharmahusada Indah, Surabaya).
"Sosok Yulianto itu benar-benar ada, dia bertubuh atletis dengan alis mata lurus agak naik ke atas," katanya, seraya membantah bila menyerahkan uang langsung ke Ade Rahardja. [TMA, Ant]
URL: http://www.gatra.com/versi_cetak.php?id=131902
Pasang Iklan · 802 weeks ago
terakhri Ary Muladi memberikan opini bahwa BAP yang iya tanda tangani terjadi karena ada unsur paksaan dan BAP tersebut bukanlah pernyataan beliau...
kini satu persatu kasus kriminalisasi KPK semakin menunjukan titik terang...
kini POLISI tinggal meburu saksi kunci lainya]terakhir salsi kunci itu memiliki nama YULIANTO...
semoga saja Yulianto segera ditemukan sehingga kasus kriminalisasi KPK ini tidak terlalu lama laru sehingga menghambat pembangunan serta kemajuan bangsa kita ini.
Iklan