ss_blog_claim=6853e64dae9fcd8425790b711998bf08

Amazing Fire Illusion

Tersinggung Pramugari Sriwijaya  

Selasa, 29 April 2008

Pada Minggu, 27 April 2008, saya naik pesawat Sriwijaya Air (Tarakan-Surabaya). Saat transit di Balikpapan kami harus ganti pesawat dan disuruh langsung naik pesawat tujuan Surabaya tanpa singgah di ruang tunggu. Ada seorang penumpang yang ingin ke toilet, tapi dilarang pramugari dengan alasan saat itu masih banyak penumpang lain akan naik. Bukan hanya itu, pramugarinya melontarkan kata-kata, "Bikin ribet saja", kepada penumpang yang ingin ke kamar kecil tersebut. Kejadian yang hampir sama pernah saya alami waktu naik Sriwijaya dari Surabaya ke Tarakan pada 10 Oktober 2007.

Begitukah cara playanan pramugari Sriwijaya Air? Atau mereka memang dilatih untuk mengeluarkan kata-kata pedas kepada penumpang? Padahal kami naik Sriwijaya tidak gratis, tapi bayar. Bahkan tiketnya bukan harga promo.

Selvanny Tunggawijaya
Jl. Slamet Riyadi Rt 10 Rw 00, Kel. Karang Anyar, Tarakan Barat.
(Sumber: Jawa Pos, Selasa 28 April 2008)

AddThis Social Bookmark Button
Comments

Email this post


Arogansi Petugas Cathay Pacific  

Rabu, 26 Maret 2008

Pada hari Sabtu 8 Maret 2008 saya diminta oleh saudara (Ibu Tjong Moifa) warga Hongkong yang tidak bisa berbahasa Indonesia, agar memesan tiket Jakarta-Hongkong untuk hari Minggu 9 Maret 2008. Saya mendapatkan nomor kantor Cathay Pacific di bandara Soekarno-Hatta. Namun sejak pagi hingga sore hari, begitu juga keesokan harinya (9/3) telpon tidak pernah dijawab.
Akhirnya saya memutuskan untuk langsung memesan di bandara Soekarno-Hatta untuk penerbangan pukul 14:50. Saya mencoba mendatangi kantor Cathay Pacific di bandara dan ternyata tutup.
Karena tidak ada pilihan lain, akhirnya saya dan istri beserta saudara memutuskan masuk ke dalam bandara dan antre pada counter check-in. Setelah bersusah payah masuk dan antre cukup panjang, kami disuruh ke bagian layanan pelanggan yang berada di sebelah counter check-in. Dilayani seorang petugas, saya langsung menanyakan mengapa dari kemarin telepon tidak ada yang angkat?
Namun saya terkejut mendapatkan jawaban, "Kami semua disini pak, tidak dikantor. Bapak lihat sendiri disini tidak ada telepon". Saya tidak terlalu menghiraukan jawaban tersebut. Lalu saya berbicara dengan istri agar nanti komplain saja di Hongkong. Namun petugas tersebut kembali sambil berbicara, "Komplain saja Bu, kami malah senang."
Setelah beberapa menit untuk pemesanan tiket dibuka, kami diminta kembali mengantre di counter check-in yang antreannya sudah tambah panjang.
Apakah tidak bisa check-in dari counter ini saja? Tetapi sekali lagi petugas menjawab, "Disini tidak ada check-in. Kalau Bapak disini terus sampai besok pun tidak bisa masuk." Mendengar perkataan yang terus sinis seperti itu akhirnya saya menegur petugas tersebut bahwa perkataannya dari tadi tak enak didengar.
Saya juga menanyakan namanya dan dengan lantang serta arogan petugas tersebut berdiri dan menunjukkan tanda pengenal dengan nama "RS". Sungguh ironis cara layanan pelanggan Cathay Pacific melayani konsumen.

Roni Kunto
Permata Ayu IIC Lippo Karawaci, Tangerang
(Sumber: Kompas Rabu 26 Maret 2008)

AddThis Social Bookmark Button
Comments

Email this post


Contact me, martant21