ss_blog_claim=6853e64dae9fcd8425790b711998bf08

Amazing Fire Illusion

Menolak Hasil Investigasi Citibank  

Rabu, 22 Juli 2009

Saya pemegang kartu kredit Citibank No. 4541-7910-4256-xxxx yang pada penagihan November 2008 saya menerima tagihan dimana ada penarikan tunai di ATM Bank Mandiri KCP Baruna Surabaya sebesar Rp. 1,461,500.-

Padahal kartu tersebut belum pernah saya aktifkan, kondisi masih tersegel di lembar pengiriman, PIN juga masih ada di saya, karena seperti informasi dari Citibank, penarikan tunai di ATM harus menggunakan fisik kartu.

Sejak kasus tersebut saya sudah berpuluh-puluh kali telepon Citibank dan selama di investigasi tagihan saya di dummy payment.

Akhirnya pada 06 Juli 2009 pihak Citibank (Bp. Adam) menghubungi saya dan bahwa hasil investigasi menyatakan tagihan tersebut tanggung-jawab saya.
Ketika saya jawab kalau saya tetap menolak/ keberatan, Bp. Adam bilang, saya akan di black list oleh BI.

Keputusan itu sangat sepihak, sementara ppihak Citibank tidak pernah mau tahu argumen saya seperti kartu masih tersegel, PIN di saya dan kartu belum saya aktifkan, tapi bisa dibobol untuk tarik tunai di ATM.

Saya harap Citibank tidak arogan dengan keputusaninvestigasinya dimana pelanggan diharuskan menerima/menyetujui hasilnya dan tidak tahu bagaimana cara kerja investigasi tersebut.

Mohon tanggapan Citibank.

RINA KUSUMAWATI
Jln Cipunegara 30
Surabaya
HP 081331201957

AddThis Social Bookmark Button
Comments

Email this post


TELKOM MENIPU PELANGGAN  

Rabu, 04 Februari 2009

Telkom, committed to you. Slogan memang pas. Setelah denger sana-sini tentang keluhan terhadap telkom, sekarang tiba giliran saya mengalami sendiri.
Hari ini tgl 4 Februari 2009 datang tagihan telkom dengan jumlah tagihan 2 kali lipat dari bulan-bulan sebelumnya. Gara-garanya adalah telkomnet instan!

Beberapa bulan lalu ada telepon penawaran dari telkom yaitu telkomnet instan murah, hanya dengan membayar 50 ribu perbulan saya dapet kuota pemakaian telkomnet instant untuk pemakaian 25 jam dan selebihnya akan dikenakan biaya 3 ribu per jam. Promosi ini belum ada batas waktu sampai kapan, atau yang jelas saya tidak pernah diinformasikan batas promosinya.

Sedikit kaget ketika pembayaran 50 ribu langsung dimasukkan dalam pos biaya langganan. Tapi okelah. Pemakain lancar dengan kondisi akses telkomnet instant yang seperti itu, biasalah.

Nah tagihan bulan ini nih yang bengkak gara-gara program itu. Ternyata program telah dihentikan sejak 31 Desember 2008. Sehingga pemakaian bulan January 2009 akan berlaku tarif normal 165 rupiah per menit, which is 9 ribu rupiah per jam.

Telkom MENIPU!
Masalahnya adalah bahwa informasi pemberhentian program tersebut tidak pernah saya terima. Sehingga pada bulan January saya enjoy aja pake telkomnet instant, yang berakibat pada pembekaan tagihan telpon saya.

Hari ini juga saya telpon 147. Saya bilang saya komplain karena tagihan telpon saya bengkak gara-gara pemakaian telkomnet instant dan pemberhentian program tanpa pemberitahuan.
Mbak Yuna si penerima telkom berusaha manis menjelaskan bahwa tagihan disebabkan karena pemakain telkomnet instant dimana program telkomnet instant murah sudah dihentikan.
Busyet deh. Kaya bolot aja!! Saya kan tahu persis bahwa tagihan itu adalah pemakaian telkomnet instant! dan bukan nya sudah saya jelaskan bahwa masalahnya adalah penghentian tanpa pemberitahuan itu. Siapa sih yang ngajarin "Customer Care" -nya telkom. Sukanya kok membodohkan pelanggan!!

Ketika saya tegaskan lagi permasalahan yang saya ingin diselesaikan, jawabannya hanya "iya pak, baik pak" dan kemudian hening. Capeek deh....
Lalu ketika saya tegur kembali dijawab bahwa disini (147 center) hanya terdapat data tagihan, untuk penyelesaiannya saya dipersilakan ke pembayaran telepon/plaza telkom.
Lah kalo ke tempat pembayaran telkom bukannya sama saja mereka hanya punya data tagihan dan tidak bisa menyelesaikan permasalahan saya?
Saya minta contact person yang bisa saya hubungi untuk permasalahan ini. Tetapi dia tidak tahu. Dan kemudian baru menawarkan untuk mencatat no HP saya untuk dihubungi kemudian.
Kapan?
Sampai batas waktu yang tidak bisa ditentukan!!!

Selisih 300 ribu!!! Siapa bilang tidak berarti? Siapa bilang uang kecil? Jangan munafik lah!!! Itu uang gede!!!
Lagian mending di donasikan untuk "Empowering Education and Defeat Poverty" daripada dibayarkan ke telkom!!!

EMOSI NIH!!!

AddThis Social Bookmark Button
Comments

Email this post


Tak Pakai Speedy, Tagihan Datang  

Selasa, 29 April 2008

Kami menjadi pelanggan Telkom sejak 1991 dengan nomor 5673822. Kami tidak pernah terlambat membayar tagihan. Kini kami dibebani biaya pemasangan dan langganan speedy. Padahal kami tidak pernah merasa modem Speedy dipasang dirumah kami.

Karena kami tidak bersedia membayar dua tagihan itu, muncul surat peringatan dari PT. Telkom. Isinya, jika kami tidak mau membayar biaya pemasangan dan langganan Speedy sebesar Rp. 82,500.- pada bulan Maret dan Rp. 220,000.- pada bulan April (hingga batas waktu 30 April), maka sambungan telepon akan diputus. Jumlah uang sebesar itu sangat berarti bagi kami. Jika PT. Telkom hendak memutus sambungan telepon kami, silakan saja. Yang benar saja, tak pernah pakai Speedy tapi malah diminta membayar.

Ny. Sutikno
Banyu Urip Kidul, Surabaya
(Sumber: Jawa Pos, Selasa 18 April 2008)

AddThis Social Bookmark Button
Email this post


Tersinggung Pramugari Sriwijaya  

Pada Minggu, 27 April 2008, saya naik pesawat Sriwijaya Air (Tarakan-Surabaya). Saat transit di Balikpapan kami harus ganti pesawat dan disuruh langsung naik pesawat tujuan Surabaya tanpa singgah di ruang tunggu. Ada seorang penumpang yang ingin ke toilet, tapi dilarang pramugari dengan alasan saat itu masih banyak penumpang lain akan naik. Bukan hanya itu, pramugarinya melontarkan kata-kata, "Bikin ribet saja", kepada penumpang yang ingin ke kamar kecil tersebut. Kejadian yang hampir sama pernah saya alami waktu naik Sriwijaya dari Surabaya ke Tarakan pada 10 Oktober 2007.

Begitukah cara playanan pramugari Sriwijaya Air? Atau mereka memang dilatih untuk mengeluarkan kata-kata pedas kepada penumpang? Padahal kami naik Sriwijaya tidak gratis, tapi bayar. Bahkan tiketnya bukan harga promo.

Selvanny Tunggawijaya
Jl. Slamet Riyadi Rt 10 Rw 00, Kel. Karang Anyar, Tarakan Barat.
(Sumber: Jawa Pos, Selasa 28 April 2008)

AddThis Social Bookmark Button
Comments

Email this post


Mobil Isuzu Panther Berkarat  

Selasa, 25 Maret 2008

Pada January 2007 saya membeli mobil Isuzu Panther (LV 2.5 Turbo) di Buana Perkasa Motor, dealer resmi Isuzu Panther di jalan Jemur Sari, Surabaya.
Sejak pertama kali mobil itu dibeli banyak permasalahan yang timbul selain dari perbaikan rem oleh pihak Astra karena ada cacat produk. Namun yang paling disesalkan adalah pada bulan Oktober 2007 saya menemukan ada karat dibeberapa tempat di bodi mobil dibagian dalam pintu sampingdan belakang, di atap, dekat engsel, di sela-sela pertemuan antar plat.
Sejak itu sudah dilakukan beberapa kali pengecatan oleh pihak Buana Perkasa Motor dan Astra Waru, Surabaya, tetapi pengecatan tampak dilakukan tidak rapi, bahkan beberapa tempat tampak dicat dengan kuas. Sementara pengecatan dengan spray pun tampak tidak sebagus aslinya, terlihat tidak mengkilat.
Setelah dicat pun sampai sekarang masih ditemukan karat. Untuk karat paling parah adalah yang ada dibagian atas pintu, yang posisinya tertutup karet lis pintu. Bagimana bodi di bagian dalam kalau diluar sudah berkarat? Padahal mobil belum ada 1 tahun.
Saya mendapatkan keterangan dari teknisi Astra bahwa karat tersebut timbul akibat air yang digunakan untuk mencuci mobil. Penjelasan yang menunjukkan betapa jeleknya kualitas pengecatan Panther. Padahal saya mempunyai mobil merek lain tahun 2001 sampai sekarang bodinya tidak mengalami karatan akibat pencucian.
Sewaktu saya mencoba melihat ke dealer resmi mobil Panther tipe LV baru yang sama seperti milik saya, di bodi bagian belakang waktu pintu dibuka ternyata saya temukan sudah ada karat dibeberapa tempat persis seperti di mobil saya, bahkan saya sempat foto untuk dokumentasi.
Menyesal membeli mobil Isuzu Panther!

Freddy Susanto
Jalan Rambutan Tengah II/D 251 Waru, Sidorajo
(Sumber: Kompas, Selasa 25 Maret 2008)

AddThis Social Bookmark Button
Comments

Email this post


Tak Ditagih Tiba-Tiba Kena Denda  

Rabu, 19 Maret 2008

Saya kredit sepeda motor L 5114 UO melalui PT Summit Oto Finance. Bulan ini merupakan angsuran terakhir. Namun hingga 9 Maret 2008 pihak bagian penagihan tidak datang ke rumah saya. Akhirnya pada tanggal 12 Maret suami saya mendatangi kantor PT Summit Oto Finance untuk membayar cicilan terakhir sekaligus mengambil BPKB.
Betapa terkejutnya saya ketik suami mengatakan bahwa kami dikenakan denda Rp. 80,000.- Padahal keterlambatan pembayaran hanya 2 hari, itupun karena kesalahan petugas penagihan.
Suami saya sempat kembali ke PT. Summit Oto Finance untk komplain denda tersebut. Namun dengan enteng petugas disana mengatakan bahwa uang denda yang dibayar suami saya sudah terlanjur masuk data komputer.
Dizaman seperti ini uang sebesar itu sangat berarti bagi keluarga kami yang hanya karyawan biasa.
Mohon penyelesaian.

Dina Mariana 081330558052
(Sumber: Jawa Pos, Rabu 19 Maret 2008)

AddThis Social Bookmark Button
Comments

Email this post


Tertipu SMS Bicara Gratis  

Pada tanggal 5 Maret 2008 sekitar pukul 20:43 saya mendapat SMS dan Telkomsel. Isi SMS tersebut adalah, "Pelanggan Krtu Halo Yth, pada hari Jumat, 7 Maret 2008, Anda mendapat gratis delapan menit percakapan ke sesama pelanggan Telkomsel dimanapun . Nantikan kejutan berikutnya."
Menanggapi SMS tersebut, saya melakukan percakapan pada hari yang dimaksud ke nomor kartu Halo. Tapi, saya sangat kecewa ketika mengetahui bahwa pulsa saya terpotong untuk biaya panggilan keluar sebesar Rp. 4,225.- Padahal panggilan yang saya lakukan hanya 00:06:18
Ringkasnya, saya tertarik SMS yang menjanjikan percakapan gratis selama delapan menit, saya melakukan percakapan sekitar 6 menit 18 detik dan pulsa saya tetap terpotong. Apakah ini hanya akal-akalan dari Telkomsel untuk ngerjain pelanggannya? Mohon Penjelasan!

Indrati 08121508884
(Sumber: Jawa Pos, Rabu 19 Maret 2008)

AddThis Social Bookmark Button
Comments

Email this post


Diskon Tapi Bayar Penuh  

Saya salah seorang pelanggan Carrefour ITC Surabaya, sebuah pusat perbelanjaan bertaraf dunia yang senantiasa mengdepankan kenyamanan, kepercayaan, dan kualitas produk.
Akan tetapi saya sangat kecewa terhadap produk promosi yang dilakukan, yang menurut saya terkesan mengandung unsur penipuan.
Setidaknya saya mengalami hal seperti itu sebanyak dua kali.. Pertama, ketika beberapa waktu lalu saya membeli T-shirt dengan potongan harga 50%. Setelah membayar ternyata struk di kasir tidak mendapat diskon, alias tetap membayar penuh. Kejadian kedua saya alami pada tanggal 15 Maret 2008, ketika saya membeli empat kotak susu formula @400 gram dengan harga promosi Rp. 37,920.- Ternyata di struk tertulis harga normal.
Sehari kemudian saya menanyakan masalah itu ke CS dengan membawa bukti-bukti lengkap. Ternyata CS dan SPG terkesan saling lempar tangung jawab dan melontarkan argumentasi yang memungkiri hal tersebut. Satu pertanyaan yang masih mengganjal di benak saya , apakah hal ini merupakan bagian dari kebijakan manajemen Carefour ITC Surabaya atau ula segelintir oknum yang tidak bertanggung jawab? Semoga kejadian serupa tidak terjadi pada pelanggan lain.

Imaad Diyniyati 081330367482

(Sumber: Jawa Pos, Rabu, 19 Maret 2008)

AddThis Social Bookmark Button
Comments

Email this post


Kecewa Personal Loan Lippo Bank  

Jumat, 14 Maret 2008

Awal Desember 2007 saya menjadi LC(marketing) di Personal Loan Lippo Bank (PLLB). Saat interview maupun training (oleh Ibu Kurniasih), dijelaskan bahwa pada bulan pertama (Desember) akan diberikan insentif sebesar Rp. 400 ribu, syaratnya saya harus mengumpulkan minimal enam aplikasi. Insentif itu bakal dicairkan pada 25 Januari 2008.
Pada 25 Januari, saya menanyakan insentif yang belum dicairkan itu karena saya telah mengumpulkan enam aplikasi. Jawaban yang saya terima sungguh tidak sesuai dengan janji awal. Menurut mereka insentif saya tidak bisa keluar atau masih dideviasikan ke pusat. Mereka juga menjelaskan, untuk mendapatkan insentif, minimal saya harus mengumpulkan delapan aplikasi.
Kalau memang ada perubahan, mengapa tidak dikonfirmasikan sejak awal? Saya sudah memenuhi kewajiban saya sesuai komitmen awal. Sekarang mana hak saya?
Andri Winarko, (031)-72144269
(Sumber: Jawapos Jumat 14 Maret 2008)

AddThis Social Bookmark Button
Comments

Email this post


Contact me, martant21