ss_blog_claim=6853e64dae9fcd8425790b711998bf08

Amazing Fire Illusion

TIPS CARA MENGISI BENSIN/BAHAN BAKAR KENDARAAN ANDA  

Jumat, 25 Juli 2008

Dari milist sebelah...

Saya tidak tahu berapa sebenarnya anda membayar saat mengisi bensin...tetapi disini, diDurban, harga bahan bakar juga mahal. Saya telah bekerja di bidang bahan bakar/bensin selama 31 tahun, sehingga saya bisa memberikan beberapa cara agar uang anda menjadi lebih berharga untuk setiap liter bahan bakar yang anda beli.

Di Marian Hill Pipeline tempat saya bekerja di Durban, dalam waktu 24 jam kami memompakan/menyalur kan kurang lebih 4 juta liter. Satu hari solar, hari berikutnya bahan bakar pesawat jet dan bensin, LRP dan Unleaded.

Kami di sini mempunyai tanki penyimpanan sebanyak 34 dengan kapasitas seluruhnya 16.800.000 liter.

BELILAH BAHAN BAKAR ATAU ISILAH MOBIL ATAU MOTOR ANDA DENGAN BAHAN BAKAR PADA WAKTU HARI MASIH PAGI KETIKA TEMPERATUR TANAH MASIH DINGIN.

Ingat bahwa semua SPBU mempunyai tanki penyimpanan di bawah tanah.

Semakin dingin tanahnya maka semakin padat/kental bahan bakarnya. Jika temperatur mulai panas/hangat, maka bahan bakarnya akan mengembang. Jadi jika membeli bahan bakar pada siang hari atau petang hari....sebenarnya bahan bakar yang diisikan ke dalam tanki kendaraan anda jelas lebih sedikit dibanding jumlah liter yang anda beli.

Dalam business perminyakan, gravity yang spesifik dan temperatur bensin, diesel dan bahan bakar pesawat jet, ethanol dan produk minyak lainnya punya peranan penting. Kenaikan 1derajat merupakan hal yang sangat berpengaruh dalam business ini. Tetapi SPBU tidak memberikan ganti rugi/kompensasi karena temperatur.

SALAH SATU YANG PALING PENTING ADALAH ISI BAHAN BAKAR SAAT TANKI KENDARAAN ANDA MASIH SETENGAH PENUH.

Alasannya adalah semakin banyak bahan bakar yang ada di tanki kendaraan, maka semakin sedikit udara yang ada di bagian tanki yang kosong. Bensin menguap lebih cepat dari pada yang bisa kita bayangkan. Tanki penyimpanan bensin mempunyai apa yang kita sebut atap yang mengapung yang berfungsi sebagai clearance zero antara bensin dan atmosfer sehingga penguapannya bisa dikurangi.

Tidak seperti SPBU, tempat saya bekerja di sini setiap truck yang kami muati ada ganti rugi/kompensasi karena temperatur, sehingga setiap liter yang dibeli jumlahnya benar-benar sesuai/tepat.

YANG PERLU DIINGAT LAGI, JANGAN ISI BENSIN JIKA ADA TRUK BAHAN BAKAR SEDANG

MENGISI TANKI PENYIMPANAN Hampir pasti bensin/solar akan teraduk saat bahan
bakar dipompakan dari truck ketanki penyimpanan, dan kemungkinannya akan ada kotoran di dasar tanki penyimpanan yang teraduk naik dan terikut masuk ke tanki kendaraan anda.

Saya berharap hal ini akan menolong anda untuk mendapatkan nilai yang maksimal dari rupiah yang anda gunakan untuk membeli bensin.


BAGIKAN TIPS INI KEPADA YANG LAIN!
MARI KITA SALING BERBAGI INFORMASI UNTUK KEPENTINGAN BERSAMA, UNTUK KEBAIKAN MANUSIA.

AddThis Social Bookmark Button
Comments

Email this post


Gonjang-Ganjing Byar-Pet PLN  

Selasa, 24 Juni 2008

[ Minggu, 22 Juni 2008 ]

Kami Memang Terlambat Mengantisipasi
Dirjen Listrik dan Pemanfaatan Energi J. Purwono Blak-blakan soal Byarpet PLN

Dalam beberapa pekan terakhir, pemadaman listrik bergilir alias byarpet melanda hampir seluruh Indonesia, termasuk wilayah Jawa-Madura- Bali. Puluhan juta pengguna listrik pun meradang. Apa yang sedang terjadi dengan PLN? Berikut petikan wawancara wartawan Jawa Pos Ahmad Baidhowi dengan Dirjen Listrik dan Pemanfaatan Energi (LPE) Departemen ESDM J. Purwono di ruang kerjanya Jumat lalu (20/6).

------------ --


Bagaimana anatomi sektor kelistrikan nasional saat ini?

Bicara anatomi sektor listrik, kita harus melihat dari kacamata supply and demand (pasokan dan kebutuhan, Red). Menurut saya, kondisi saat ini sangat dinamis. Artinya, pasokan listrik untuk sebuah wilayah saat ini dalam keadaan lebih dari cukup. Tapi, bisa saja dalam waktu beberapa bulan kemudian, wilayah tersebut kekurangan cadangan atau malah bisa krisis.

Apa penyebabnya?

Ini karena dua hal. Pertama, diakui atau tidak, perekonomian Indonesia tumbuh cukup pesat. Hal ini menyebabkan konsumsi listrik naik, baik itu konsumsi pelanggan industri, bisnis, maupun rumah tangga. Karena itu, dengan kapasitas listrik nasional yang saat ini sebesar 29.705 megawatt (MW) di mana 22.302 MW di antaranya di Jawa-Madura- Bali, kenaikan konsumsi tidak bisa ter-cover dengan baik.

Kedua, pertumbuhan demand yang cukup pesat hingga 6 sampai 7 persen per tahun itu tidak diimbangi dengan penambahan suplai. Akibatnya, untuk menyeimbangkan supply and demand, PLN perlu melakukan manajemen beban dengan pemadaman bergilir.

Bagaimana dengan kondisi pembangkit PLN yang rata-rata sudah tua?

Nah, itu juga menjadi penyebab. Misalnya, Muara Karang dan Suralaya, yang usianya sudah lebih dari 20 tahun. Kondisi ini diakui memang cukup rawan. Sebab, usia tua membuat keandalan pembangkit menjadi rentan. Akibatnya, ketika terjadi kerusakan pada pembangkit besar, pasokan listrik ke sistem jaringan bisa anjlok. Kalau sudah begitu, ya terpaksa dilakukan pemadaman bergilir.

Mengapa kondisi itu tidak diperhitungkan sebelumnya?

Kami akui, antisipasi kami untuk menambah pasokan listrik memang agak terlambat. Misalnya, untuk membangun pembangkit skala besar, minimal butuh waktu tiga tahun untuk proses konstruksi. Untuk pembangkit skala menengah dengan gas, minimal butuh waktu dua tahun. Sedangkan pembangkit skala kecil dengan diesel, minimal butuh waktu satu tahun. Sayang, sejak krisis ekonomi melanda pada 1998, pembangunan pembangkit skala besar maupun menengah hampir terhenti. Tercatat, mulai 1998 hingga saat ini hanya ada tambahan pasokan 2.000-3.000 megawatt (MW), padahal konsumsi listrik tumbuh 7 persen per tahun.

Lalu, apa yang sudah dan akan dilakukan pemerintah?

Kami berupaya melakukan lompatan penambahan kapasitas pasokan listrik melalui crash program PLTU 10.000 MW berbahan bakar batu bara. Proyek ini sudah dimulai pada 2006. Nanti, 6.900 MW di antaranya akan memasok sistem Jawa-Madura- Bali. Jika proyek itu tuntas, paling tidak kebutuhan listrik mulai 2009 hingga 2012 relatif akan aman.

Bagaimana setelah 2012, apakah krisis listrik kembali mengancam?

Jika hanya mengandalkan PLTU 10.000 MW batu bara itu saja memang akan kurang. Nah, pemerintah tidak ingin kecolongan lagi. Karena itu, bulan kemarin Pak Menteri ESDM (Purnomo Yusgiantoro, Red) sudah mencanangkan program PLTU 10.000 MW tahap kedua mulai 2011. Nanti, 3.000 MW di antaranya menggunakan batu bara, sedangkan 7.000 NMW lainnya memanfaatkan renewable energy (energi terbarukan) seperti pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP), pembangkit listrik tenaga air (PLTA), pembangkit listrik tenaga bayu atau angin (PLTB), serta pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) berbahan bakar biodiesel.

Terkait pasokan listrik, kapan pasokan dari crash program PLTU 10.000 MW tahap pertama akan masuk?

Maret 2009, unit I PLTU Labuhan berkapasitas 300 MW akan mulai beroperasi untuk memasok sistem Jawa-Madura- Bali. Sebenarnya, target semula adalah Juni 2009, tapi akan kami genjot pengerjaannya supaya bisa selesai pada Maret 2009. Sedangkan PLTU Labuhan unit II berkapasitas 300 MW, akan masuk sekitar tiga atau enam bulan sesudahnya.

Jadi, tambahan pasokan baru akan terealisasi pada Maret 2009. Padahal, saat ini sebagian daerah sudah kritis. Lalu, apa yang bisa dilakukan agar tidak makin parah?

Jawabannya hanya satu...penghematan. Itu satu-satunya jalan.

Bagaimana konkretnya?

Kami sudah meminta PLN agar terus melakukan sosialisasi gerakan hemat listrik. Selain itu, pemerintah juga sudah berkomitmen untuk memberikan contoh. Karena itulah, presiden sudah membentuk Tim Nasional Penghematan BBM, Listrik, dan Air yang dikoordinasi menteri ESDM dan pelaksana harian Pak Eddie Widiono (mantan Dirut PT PLN, Red).

Nanti, 1 Juli, pilot project program hemat listrik akan dicanangkan Pak Presiden atau Pak Menteri ESDM. Pelopornya adalah semua gedung pemerintahan di sekitar Monas, termasuk Kantor Gubernur DKI serta kantor-kantor BUMN. Selanjutnya, nanti program tersebut akan diperluas ke wilayah lain, termasuk gedung-gedung swasta.

Bagaimana dengan program tarif nonsubsidi, apakah itu juga menjadi alat untuk program penghematan?

Tepat sekali. Itu salah satu kebijakan yang menurut saya paling efektif untuk menanamkan budaya hemat listrik di masyarakat. Intinya, kalau you boros, maka keborosan itu tidak lagi disubsidi. Tapi kalau you berhemat, you tetap dapat subsidi.

Misalnya, untuk pelanggan rumah mewah 6.600 VA yang konsumsi listriknya selama satu bulan melebihi 839 Kwh, maka kelebihan pemakaian tersebut akan dihitung dengan tarif nonsubsidi sebesar Rp 1.380 per Kwh, sedangkan pemakaian hingga 839 Kwh akan tetap dihitung dengan tarif subsidi seperti saat ini, yaitu Rp 560 per Kwh.

Jadi, ini sekaligus sebagai sarana edukasi bagi masyarakat supaya berhemat.

Apa ada rencana ekstensifikasi program tarif nonsubsidi untuk pelanggan di bawah 6.600 VA?

Saat ini belum. Sebab, kami sedang meminta laporan PLN untuk melihat efektivitas pelaksanaan program pada pelanggan 6.600 VA ke atas. Kami ingin lihat dulu, apakah mereka menerapkannya secara benar di masyarakat. Jangan sampai kemudian tagihan pelanggan naik gila-gilaan. Jadi, kita kaji dulu, termasuk apakah ada gejolak di masyarakat. Setelah kajian komplet, baru kita akan mengkaji lagi, apakah perlu diterapkan pada pelanggan yang lebih rendah. Tapi harap dicatat, program tarif nonsubsidi tidak akan menyentuh pelanggan-pelanggan kecil. (kum)

Sumber: jawapos Online

AddThis Social Bookmark Button
Comments

Email this post


PDAM Semena Mena  

Senin, 23 Juni 2008

Kemarin, 19 Juni 2008, datang pegawai Aerta / PDAM membawa surat tugas dan akan melaksanakan "PENYEGELAN" ke rumah saya. Saya tidak di tempat, seorang karyawan saya telpon saya. Kemudian saya suruh tanya "mengapa" katanya karena saya belum bayar tagihan bulan April yang jatuh tempo pembayarannya Mei 2008. Katanya, teguran dan peringatan ada di tagihan yang jatuh tempo Juni 2008.

Lalu saya suruh karywn menunjukkan tagihan yang jatuh tempo Juni 2008 (saya sendiri yang sudah membayar) yang menunjukkan TIDAK ADA tunggakan sama sekali alias 0!! Namun, pegawai saya disuruh telpon kantor untuk menanyakan tunggakan, dan dijawab memang ada tunggakan, dan BARU AKAN DITAGIH SEBAGAI TUNGGAKAN di tagihan bulan depan. Namun, prosedurnya memang harus disegel 5 hari sesudah jatuh tempo, kemarin.

Jadi, kami HARUS disegel sekarang, namun baru diberitahu mempunyai tunggakan yang menyebabkan disegel sekarang ini, bulan depan!!

Dan, mereka sama sekali nggak mau tahu, dengan alasan banyak pekerjaan, langsung disegel. Karena yang ada karyawan, dia nurut saja. Kalau saya ada, tentu saya tidak akan ijinkan karena menurut saya itu SANGAT ANEH DAN SEMENA-MENA.

Bagaimana ya Bapak Ibu, yang baik. Apakah memang seperti itu?
Mohon masukannya. Terima kasih

W

AddThis Social Bookmark Button
Email this post


Program Konversi Tak Tepat Sasaran  

Rabu, 19 Maret 2008

Distribusi bantuan kompor dan tabung gas yang dilakukan pihak Pertamina perlu ditinjau ulang. Seperti yang terjadi di Perumahan Citra Fajar Golf (CFG), kelurahan Gebang, Sidoarjo, program konversi penggunaan gas dari minyak tanah yang sebenarnya ditujukan untuk masyarakat yang masih menggunakan kompor minyak tanah malah salah sasaran. Pihak Pertamina tidak melakukan pengawasan mulai dari tahap survei hingga pendistribusian.
Bahkan di kawasan perumahan saya tidak dilakukan survei sama sekali. Akibatnya semua rumah tangga, asal mengisi formulir permohonan dan melampirkan copy KTP/KSK, disetujui untuk mendapatkan kompor dan tabung gas gratis tanpa melihat apakah pemohon sudah memiliki atau menggunakan kompor dan tabung gas atau belum.
Sementara bagi yang sebenarnya berhak, yaitu warga yang masih menggunakan kompor minyak tanah, malah tidak disetujui dengan alasan belum memiliki KSK atau KTP. Dimana rasa keadilan Pertamina?
Cerita yang sama sebenarnya sering saya dengar dari beberapa kawasan perumahan di Sidoarjo. Mereka menerima bantuan tabung dan kompor gas meski telah meliki sebelumnya.

Moch. Sebechi Nurcahyo
Warga Citra Fajar Golf, Gebang, Sidoarjo
(Sumber: Jawa Pos, Rabu 19 Maret 2008)

AddThis Social Bookmark Button
Comments

Email this post


Contact me, martant21