ss_blog_claim=6853e64dae9fcd8425790b711998bf08

Amazing Fire Illusion

facebook HARAM hukumnya  

Senin, 25 Mei 2009

Hasil Batsul Masail XI Forum Musyawarah Pondok Pesantren Putri se Jawa Timur yang berlansung di Pondok Pesantren Putri Hidayatul Mubtadiat, Lirboyo, Kediri, memutuskan bahwa facebook haram.
Status hukum ini juga memiliki embel-embel bahwa facebook haram jika

  1. Digunakan untuk pendekatan kepada lawan jenis
  2. Digunakan untuk bergosip dan menyebarkan kebohongan
  3. Para pemakainya berbicara tentang masalah intim secara terbuka atau mendukung perilaku vulgar.
Untuk nomor 2 dan 3, mestinya semua orang beragama dan semua orang santun sudah mahfum bahwa bergosip, berbohong, berbicara masalah intim dengan terbuka itu adalah perbuatan yang tidak baik. Masyarakat Islam memahami bahwa itu dosa. Melalui media apapun.
Lalu apa kaitannya dengan facebook?

Untuk no 1 menimbulkan banyak pertanyaan. Bukankah sudah kodratnya manusia itu akan mencari pasangan hidup? Kalau yang dimaksud adalah pendekatan dengan tata cara yang tidak pantas, hal itu tetap akan tidak pantas! Apapun media yang digunakan tetap saja tidak pantas.
Lalu apa hubungannya dengan facebook?

Kalau mau mencari hal-hal tentang pornografi, kekerasan dan dosa-dosa yang lainnya, situs Google dan Youtube jauh lebih banyak menyediakan. Bahkan ada situs khusus tentang free sex. Bahkan lagi ada milis tentang spiritualisme, dan banyak membernya yang menghujat, menyudutkan dan melecehkan Islam. Lalu kenapa situs-situs tersebut tidak diharamkan juga?

Banyak sinetron TV yang menyajikan hal-hal yang lebih banyak mudaratnya daripada maslahatnya, lalu kenapa sintron tidak diharamkan? Atau bahkan televisi diharamkan?
Begitu juga dengan film-film layar lebar. Mau cari yang sadis, vulgar, free sex, banyak. Lalu kenapa film layar lebar tidak diharamkan?

Saya hanya kawatir Islam akan "terlihat" sebagai agama yang diktator, arogan, dan sombong. Hujatlah agama lain, tetapi jangan sekali-kali menghujat Islam. Begitu kira-kira penampakannya.

Kesombongan hanyalah milik Allah. Karena memang Allah memiliki kapasitas atas kesombongan. Tetapi Allah selalu menyayangi dan mengasihi apapun ciptaannya. Bahkan Iblis pun masih diberi kesempatan dan diberi fasilitas lebih dari malaikat lainnya, meskipun telah nyata menentang Allah.
Allah selalu mengajarkan kasih sayang dan santun.

Lalu kenapa umat Islam harus bersikap arogan? Memaksakan hal-hal yang dianggap benar oleh Umat Islam kepada komunitas heterogen di dunia ini? Yang bahkan Allah sendiri tidak memaksa mereka?

Dipihak lain, banyak perilaku Umat Islam yang membawa banyak mudharat tidak diharamakan. Contoh sederhana, banyak sekelompok umat Islam memasang tong-tong ditengah jalan, melambaikan bendera dengan gagang bambu atau besi ditengah keramian jalan raya antar kota, membuat kaget para pengendara yang tentu saja bisa mengakibatkan kecelakaan fatal, hanya untuk meminta sumbangan pembangunan masjid! Masya Allah....
Dan memang tidak salah kalau budaya ngemis menjadi membudaya di antar umat Islam.

Banyak hal penting yang lebih mendasar untuk dibicarakan daripada sekedar ngurusin facebook atau rokok. Umat Islam harus mengasah kearifannya karena jaman akan terus berjalan kedepan, menuju kemajuan. Dan Islam adalah agama sepanjang jaman. Bukan berarti bahwa kebiasaan yang selama ini kita pahami itu akan sesuai di sepanjang jaman. Tetapi kita harus semakin cepat memacu diri untuk memahami Islam dengan lebih baik agar kita bisa menjadi kalifah di jaman modern.

Islam tetap Islam. Al Qur'an adalah sumber ilmu terbesar di dunia fana ini. Al Quran adalah pedoman hidup dan akan berlaku sepanjang jaman.
Pertanyaannya adalah, apakah umat Islam telah memahami Al-Quran secara sempurna? Sehingga umat Islam tetap menjadi panutan dan pemimpin segala jaman?
Kearifan adalah kunci kesuksesan. Kesombongan adalah kunci kehancuran.

Islam tetap Islam. Al-Qur'an tetap Al Qur'an. Dan akan berlaku sepanjang jaman.
Apakah umat Islam juga begitu?

Marilah kita awali segala sesuatu dengan "niat baik", disemangati dengan rasa "penasaran" untuk terus belajar dan memahami segala sesuatu dengan lebih baik, dan dilakukan dengan ikhlas dengan semoyan "mau repot".

Aris Martant
(Tulisan ini juga dimuat di facebook http://www.facebook.com/note.php?note_id=84397569502&ref=mf )

AddThis Social Bookmark Button
Email this post


Contact me, martant21